MAKALAH
PENGANTAR ILMU EKONOMI MIKRO
PENGANTAR ILMU EKONOMI MIKRO
Nama : Hengki Febriansa
NPM : 03111500046
Kelas: Ektension
NPM : 03111500046
Kelas: Ektension
Universitas Musirawas
Fakultas EkonomI
Tahun Pelajaran 2015-2016
Fakultas EkonomI
Tahun Pelajaran 2015-2016
KATA PENGANTAR
Alhamdulilah,segala puji hanyalah bagi Alloh SWT,Tuhan
Pengatur semesta alam,yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,Pemilik hari
kemudian. Hanya atas perkenan,rahmat,dan karunia-Nya,serta atas bantuan semua
pihak dan pribadi-pribadi yang berhati mulia,makalah ini dapat di selesaikan.
Makalah ini di susun atas tingginya rasa tanggung jawab penulis terhadap
kewajiban. Dan di dalam makalah ini,penulis akan menganalisis tentang “EKONOMI
MICRO” khususnya di Negara Indonesia.
Penulis
menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kelemahan dan
kekurangan baik dari segi penyajian maupun materinya. Hal ini disebabkan oleh
terbatasnya kemampuan dan pengetahuan penulis. Oleh karena itu penulis sangat
mengharapkan saran dan keritik dari semua pihak yang bersifat membangun untuk
kesempurnaan makalah ini.
Pada
kesempatan ini,sekalipun sulit bagi penulis untuk mengungkapkan satu
persatu,namun tanpa mengurangi yang lain ,tak terbendung getar-getar perasaan
yang lahir dari lubuk hati yang paling dalam untuk menyampaikan rasa
terimakasih khususnya kepada yang terhormat Ibu Dosen Ekono Micro selaku pemberi
materi,yang telah menjadi bagian dalam penyelesaian proses pembuatan makalah
ini. Semoga Alloh SWT senantiasa memberikan rahmat dan karunia-Nya.
Penulis
berharap semoga makalah ini akan memberikan manfaat,khususnya bagi penulis
sendiri, serta bagi semuanya. Amin.
Lubuk
Linggau, November 2015
Hengki Febriansa
Hengki Febriansa
PENGESAH
PENULIS
DOSEN PEMBIBING
DOSEN PEMBIBING
DOSEN
PELAJARAN PENULIS
MAKALA
(
) ( )
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I :
PENDAHULUAN....................................................................................................................... 1
A. Latar Belakang......................................................................................................................... 1
B. Metode Penelitian.................................................................................................................... 1
Daftar Isi
BAB I :
PENDAHULUAN....................................................................................................................... 1
A. Latar Belakang......................................................................................................................... 1
B. Metode Penelitian.................................................................................................................... 1
BAB 2
A. EKONOMI MIKRO.............................................................................................................. 2
Ilmu Ekonomi Micro..................................................................................................................... 2
1. Tujuan Umum........................................................................................................................... 2
2. Asumsi Dan Sepenisi................................................................................................................ 2
3. Model Oprasi............................................................................................................................ 3
4. Empat Jenis Utama Kegagalan Pasar`....................................................................................... 4
5. Biaya Peluang........................................................................................................................... 5
6. Penerapan Ekonomi Micro........................................................................................................ 6
7. Mekanisme harga dan Sitem Pasar............................................................................................ 7
Ilmu Ekonomi Micro..................................................................................................................... 2
1. Tujuan Umum........................................................................................................................... 2
2. Asumsi Dan Sepenisi................................................................................................................ 2
3. Model Oprasi............................................................................................................................ 3
4. Empat Jenis Utama Kegagalan Pasar`....................................................................................... 4
5. Biaya Peluang........................................................................................................................... 5
6. Penerapan Ekonomi Micro........................................................................................................ 6
7. Mekanisme harga dan Sitem Pasar............................................................................................ 7
B.
PERENCANAAN DAN MEKANISME HARGA............................................................
8
C. PEMERINTAHAN PASAR DAN PERILAKU KONSUMENT.................................... 9
D. PENDEKATAN – PENDEKATAN DALAM PERILAKU KONSUMEN.................. 9
C. PEMERINTAHAN PASAR DAN PERILAKU KONSUMENT.................................... 9
D. PENDEKATAN – PENDEKATAN DALAM PERILAKU KONSUMEN.................. 9
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Masyarakat Lubuk Linggau terus Melakukan Transaksi untuk
kelangsungan hidup mereka, dan tampa
Kita sadari kita selalu Melakukan Transaksi di setiap harinya. Permintaan dan penawaran di Indonesia,
Khususnya di kalangan kecil atau di
sebut Ekonomi Micro memebuat saya
penasaran untuk memperdalam serta
menggahlih Pengetahuan saya dalam
mengkaji dan melihat Peluang usaha untuk kebangkitan serta melancarkan kegiatan
ekonomi. Terbentuknya harga ketika permintaan dan penawaran Berlangsung antara
Penjual dan pembeli. Sikap Tansaksi inilah yang membuat saya tertarik dalam
Membuat Makala Ekonomi Mikro.
Dari peristiwa-Pristiwa itu maka terjadilah suatu siklus
perguliran uang di Lubuk Linggau dari
Produsen→Distributor→Pedagang Eceran→Konsumen→Produsen. Dan hal itu terjadi
sesuai dengan Teori. Adapun alasan penulis mengambil judul ini karena penulis
ingin mengetahui bagaimana prilaku penjual dan pembeli saat melakukan transaksi.
B. METODOLOGI
PENELITIAN
Metode penelitian yang penulis gunakan adalah survai
pembelajaran deskriptif, yang di dasarkan pada pertimbangan bahwa penelitian
ini penulis akan lakukan untuk mempelajari,mengungkapkan dan mencari data
tentang kenyataan yang ada saat penulis melakukan penelitian. Adapun teknik
pengumpulan data yang penulis lakukan adalah sebagai berikut:
1.
Observasi,mengadakan pengamatan langsung ke dunia pasar dan kelurga meski saat
itu permintaan dan penawaran antara penjual dan
pembeli sedang keaadan ramai.
2. Wawancara,dilakukan dengan informan yaitu salah satu pedagang di Jln Lintas Sumatra, dan kepada masyarakat.
2. Wawancara,dilakukan dengan informan yaitu salah satu pedagang di Jln Lintas Sumatra, dan kepada masyarakat.
BAB 2
EKONOMI MIKRO
EKONOMI MIKRO
A. ILMU EKONOMI MIKRO
Ilmu
ekonomi mikro (sering juga ditulis mikroekonomi) adalah cabang dari ilmu
ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan
hargaharga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang
diperjualbelikan. Ekonomi mikro meneliti bagaimana berbagai keputusan dan
perilaku tersebut mempengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa,
yang akan menentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan
penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya. Individu yang melakukan
kombinasi konsumsi atau produksi secara optimal, bersama-sama individu lainnya
di pasar, akan membentuk suatu keseimbangan dalam skala makro; dengan asumsi
bahwa semua hal lain tetap sama (ceteris paribus).
Kebalikan
dari ekonomi mikro ialah ekonomi makro, yang membahas aktivitas ekonomi secara
keseluruhan, terutama mengenai pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran,
berbagai kebijakan perekonomian yang berhubungan, serta dampak atas beragam
tindakan pemerintah (misalnya perubahan tingkat pajak) terhadap hal-hal
tersebut.
1.
Tinjauan
umum
Salah
satu tujuan ekonomi mikro adalah menganalisa pasar beserta mekanismenya yang
membentuk harga relatif kepada produk dan jasa, dan alokasi dari sumber
terbatas diantara banyak penggunaan alternatif. Ekonomi mikro menganalisa
kegagalan pasar,yaitu ketika pasar gagal dalam memproduksi hasil yang efisien;
serta menjelaskan berbagai kondisi teoritis yang dibutuhkan bagi suatu pasar
persaingan sempurna. Bidangbidang penelitian yang penting dalam ekonomi mikro,
meliputi pembahasan mengenai keseimbangan umum (general equilibrium), keadaan
pasar dalam informasi asimetris, pilihan dalam situasi ketidakpastian, serta
berbagai aplikasi ekonomi dari teori permainan. Juga mendapat perhatian ialah
pembahasan mengenai elastisitas produk dalam sistem pasar.
2. Asumsi dan definisi
Teori
penawaran dan permintaan biasanya mengasumsikan bahwa pasar merupakan pasar
persaingan sempurna. Implikasinya ialah terdapat banyak pembeli dan penjual di
dalam pasar, dan tidak satupun diantara mereka memiliki kapasitas untuk
mempengaruhi harga barang dan jasa secara signifikan. Dalam berbagai transaksi
di kehidupan nyata, asumsi ini ternyata gagal, karena beberapa individu (baik
pembeli maupun penjual) memiliki kemampuan untuk mempengaruhi harga.
Seringkali, dibutuhkan analisa yang lebih mendalam untuk memahami persamaan
penawaran-permintaan terhadap suatu barang. Bagaimanapun, teori ini bekerja
dengan baik dalam situasi yang sederhana.
Ekonomi
arus utama (mainstream economics) tidak berasumsi apriori bahwa pasar lebih
disukai daripada bentuk organisasi sosial lainnya. Bahkan, banyak analisa telah
dilakukan untuk membahas beragam kasus yang disebut “kegagalan pasar”, yang
mengarah pada alokasi sumber daya yang suboptimal, bila ditinjau dari sudut
pandang tertentu (contoh sederhananya ialah jalan tol, yang menguntungkan semua
orang untuk digunakan tetapi tidak langsung menguntungkan mereka untuk
membiayainya). Dalam kasus ini, ekonomi akan berusaha untuk mencari kebijakan
yang akan menghindari kesia-siaan langsung di bawah kendali pemerintah, secara
tidak langsung oleh regulasi yang membuat pengguna pasar untuk bertindak sesuai
norma konsisten dengan kesejahteraan optimal, atau dengan membuat “pasar yang
hilang” untuk memungkinkan perdagangan efisien dimana tidak ada yang pernah
terjadi sebelumnya. Hal ini dipelajari di bidang tindakan kolektif. Harus
dicatat juga bahwa “kesejahteraan optimal” biasanya memakai norma Pareto,
dimana dalam aplikasi matematisnya efisiensi Kaldor-Hicks, tidak konsisten
dnegan norma utilitarian dalam sisi normatif dari ekonomi yang mempelajari
tindakan kolektif, disebut pilihan masyarakat/publik. Kegagalan pasar dalam
ekonomi positif (ekonomi mikro) dibatasi dalam implikasi tanpa mencampurkan
kepercayaan para ekonom dan teorinya.
Permintaan
untuk berbagai komoditas oleh perorangan biasanya disebut sebagai hasil dari
proses maksimalisasi kepuasan. Penafsiran dari hubungan antara harga dan
kuantitas yang diminta dari barang yang diberi, memberi semua barang dan jasa
yang lain, pilihan pengaturan seperti inilah yang akan memberikan kebahagiaan
tertinggi bagi para konsumen.
3. Model operasi
Diasumsikan
bahwa semua perusahaan mengikuti pembuatan keputusan rasional, dan akan
memproduksi pada keluaran maksimalisasi keuntungan. Dalam asumsi ini, ada empat
kategori dimana keuntungan perusahaan akan dipertimbangkan:
• Sebuah perusahaan dikatakan
membuat sebuah keuntungan ekonomi ketika average total cost lebih rendah dari
setiap produk tambahan pada keluaran maksimalisasi keuntungan. Keuntungan
ekonomi adalah setara dengan kuantitas keluaran dikali dengan perbedaan antara
average total cost dan harga.
• Sebuah perusahaan dikatakan
membuat sebuah keuntungan normal ketika keuntungan ekonominya sama dengan nol.
Keadaan ini terjadi ketika average total cost setara dengan harga pada keluaran
maksimalisasi keuntungan.
• Jika harga adalah di antara
average total cost dan average variable cost pada keluaran maksimalisasi
keuntungan, maka perusahaan tersebut dalam kondisi kerugian minimal. Perusahaan
ini harusnya masih meneruskan produksi, karena kerugiannya akan makin membesar
jika berhenti produksi. Dengan produksi terus menerus, perusahaan bisa
menaikkan biaya variabel dan akhirnya biaya tetap, tetapi dengan menghentikan
semuanya akan mengakibatkan kehilangan semua biaya tetapnya.
• Jika harga dibawah average
variable cost pada maksimalisasi keuntungan, perusahaan harus melakukan
penghentian. Kerugian diminimalisir dengan tidak memproduksi sama sekali,
karena produksi tidak akan menghasilkan keuntungan yang cukup signifikan untuk
membiayai semua biaya tetap dan bagian dari biaya variabel. Dengan tidak
berproduksi, kerugian perusahaan hanya pada biaya tetap. Dengan kehilangan
biaya tetapnya, perusahaan menemui tantangan. Akan keluar dari pasar seutuhnya
atau tetap bersaing dengan resiko kerugian menyeluruh. Kegagalan pasar Dalam
ekonomi mikro, istilah “kegagalan pasar” tidak berarti bahwa sebuah pasar tidak
lagi berfungsi. Malahan, sebuah kegagalan pasar adalah situasi dimana sebuah
pasar efisien dalam mengatur produksi atau alokasi barang dan jasa ke konsumen.
Ekonom normalnya memakai istilah ini pada situasi dimana inefisiensi sudah
dramatis, atau ketika disugestikan bahwa institusi non pasar akan memberi hasil
yang diinginkan. Di sisi lain, pada konteks politik, pemegang modal atau saham
menggunakan istilah kegagalan pasar untuk situasi saat pasar dipaksa untuk
tidak melayani “kepentingan publik”, sebuah pernyataan subyektif yang biasanya
dibuat dari landasan moral atau sosial.
4. Empat jenis utama penyebab kegagalan
pasar adalah :
• Monopoli atau dalam kasus lain
dari penyalahgunaan dari kekuasaan pasar dimana “sebuah” pembeli atau penjual
bisa memberi pengaruh signifikan pada harga atau keluaran. Penyalahgunaan
kekuasaan pasar bisa dikurangi dengan menggunakan undang-undang anti trust.
• Eksternalitas, dimana terjadi
dalam kasus dimana “pasar tidak dibawa kedalam akun dari akibat aktifitas
ekonomi didalam orang luar/asing.” Ada eksternalitas positif dan eksternalitas
negatif. Eksternalitas positif terjadi dalam kasus seperti dimana program
kesehatan keluarga di televisi meningkatkan kesehatan publik. Eksternalitas
negatif terjadi ketika proses dalam perusahaan menimbulkan polusi udara atau
saluran air. Eksternalitas negatif bisa dikurangi dengan regulasi dari
pemerintah, pajak, atau subsidi, atau dengan menggunakan hak properti untuk
memaksa perusahaan atau perorangan untuk menerima akibat dari usaha ekonomi
mereka pada taraf yang seharusnya.
• Barang publik seperti pertahanan
nasional dan kegiatan dalam kesehatan publik seperti pembasmian sarang nyamuk.
Contohnya, jika membasmi sarang nyamuk diserahkan pada pasar pribadi, maka jauh
lebih sedikit sarang yang mungkin akan dibasmi. Untuk menyediakan penawaran
yang baik dari barang publik, negara biasanya menggunakan pajak-pajak yang
mengharuskan semua penduduk untuk membayar pda barang publik tersebut
(berkaitan dengan pengetahuan kurang dari eksternalitas positif pada pihak
ketiga/kesejahteraan sosial).
• Kasus dimana terdapat informasi
asimetris atau ketidak pastian (informasi yang inefisien). Informasi asimetris
terjadi ketika salah satu pihak dari transaksi memiliki informasi yang lebih
banyak dan baik dari pihak yang lain. Biasanya para penjua yang lebih tahu
tentang produk tersebut daripada sang pembeli, tapi ini tidak selalu terjadi dalam
kasus ini. Contohnya, para pelaku bisnis mobil bekas mungkin mengetahui dimana
mbil tersebut telah digunakan sebagai mobil pengantar atau taksi, informasi
yang tidak tersedia bagi pembeli. Contoh dimana pembeli memiliki informasi
lebih baik dari penjual merupaka penjualan rumah atau vila, yang mensyaratkan
kesaksian penghuni sebelumnya. Seorang broker real estate membeli rumah ini
mungkin memiliki informasi lebih tentang rumah tersebut dibandingkan anggota
keluarga yang ditinggalkan. Situasi ini dijelaskan pertamakali oleh Kenneth J.
Arrow di artikel seminartentang kesehatan tahun 1963 berjudul “ketidakpastian
dan Kesejahteraan Ekonomi dari Kepedulian Kesehatan,” di dalam American
Economic Review. George Akerlof kemudian menggunakan istilah informasi asimetris
pada karyanya ditahun 1970 The Market for Lemons. Akerlof menyadari bahwa ,
dalam pasar seperti itu, nilai rata-rata dari komoditas cenderung menurun,
bahkan untuk kualitas yang sangat sempurnakebaikannya, karena para pembelinya
tidak memiliki cara untuk mengetahui apakah produk yang mereka beli akan
menjadi sebuah “lemon” (produk yang menyesatkan).
5. Biaya peluang
Walaupun
biaya peluang (opportunity cost) terkadang sulit untuk dihitung, efek dari
biaya peluang sangatlah universal dan nyata pada tingkat perorangan. Bahkan,
prinsip ini dapat diaplikasikan kepada semua keputusan, dan bukan hanya bidang
ekonomi. Sejak kemunculannya dalam karya seorang ekonom Jerman bernama
Freidrich von Wieser, sekarang biaya peluang dilihat sebagai dasar dari teori
nilai marjinal.
Biaya
peluang merupakan salah satu cara untuk melakukan perhitungan dari sesuatu
biaya. Bukan saja untuk mengenali dan menambahkan biaya ke proyek, tetapi juga
mengenali cara alternatif lainnya untuk menghabiskan suatu jumlah uang yang sama.
Keuntungan
yang akan hilang sebagai akibat dari alternatif terbaik lainnya; adalah
merupakan biaya peluang dari pilihan pertama. Sebuah contoh umum adalah seorang
petani yang memilih mengolah pertaniannya dibandingkan dengan menyewakannya ke
tetangga. Maka, biaya peluangnya adalah keuntungan yang hilang dari menyewakan
lahan tersebut. Dalam kasus ini, sang petani mungkin mengharapkan untuk
mendapatkan
keuntungan
yang lebih besar dari pekerjaan yang dilakukannya sendiri. Begitu juga dengan
memasuki universitas dan mengabaikan upah yang akan diterima jika memilih
menjadi pekerja, yang dibanding dengan biaya pendidikan, buku, dan barang lain
yang diperlukan (sebagai biaya total dari kehadirannya di universitas). Contoh
lainnya ialah biaya peluang dari melancong ke Bahamas, yang mungkin merupakan
uang untuk pembayaran cicilan rumah.
Perlu
diingat bahwa biaya peluang bukanlah jumlah dari alternatif yang ada, melainkan
lebih kepada keuntungan dari suatu pilihan alternatif yang terbaik. Biaya
peluang yang mungkin dari keputusan sebuah kota membangun rumah sakit di lahan
kosong, merupakan kerugian dari lahan untuk gelanggang olahraga, atau
ketidakmampuan untuk menggunakan lahan menjadi sebuah tempat parkir, atau uang
yang bisa didapat dari menjual lahan tersebut, atau kerugian dari
penggunaan-pengguaan lainnya yang beragam – tapi bukan merupakan agregat dari
semuanya (ditotalkan). Biaya peluang yang sebenarnya, merupakan keuntungan yang
akan hilang dalam jumlah terbesar diantara alternatif-alternatif yang telah
disebutkan tadi.
Satu
pertanyaan yang muncul dari ini ialah bagaimana menghitung keuntungan dari
alternatif yang tidak sama. Kita harus menentukan sebuah nilai uang yang
dihubungkan dengan tiap alternatif untuk memfasilitasi pembandingan dan
penghitungan biaya peluang, yang hasilnya lebih-kurang akan menyulitkan untuk
dihitung, tergantung dari benda yang akan kita bandingkan. Contohnya, untuk
keputusan-keputusan yang melibatkan dampak lingkungan, nilai uangnya sangat
sulit untuk dihitung karena ketidakpastian ilmiah. Menilai kehidupan seorang
manusia atau dampak ekonomi dari tumpahnya minyak di Alaska, akan melibatkan
banyak pilihan subyektif dengan implikasi etisnya.
6. Penerapan ekonomi mikro
Ekonomi
mikro yang diterapkan termasuk area besar belajar, banyak diantaranya
menggambarkan metode dari yang lainnya. Regulasi dan organisasi industri
mempelajari topik seperti masuk dan keluar dari firma, inovasi, aturan merek
dagang.Hukum dan Ekonomi menerapkan prinsip ekonomi mikro ke pemilihan dan
penguatan dari berkompetisi dengan rezim legal dan efisiensi relatifnya.
Ekonomi Perburuhan mempelajari upah, kepegawaian, dan dinamika pasar buruh.
Finansial publik (juga dikenal dengan ekonomi publik) mempelajari rancangan
dari pajak pemerintah dan kebijakan pengeluaran dan efek ekonomi dari
kebijakan-kebijakan tersebut (contohnya, program asuransi sosial). Ekonomi
kesehatan mempelajari organisasi dari sistem kesehatan, termasuk peran dari
pegawai kesehatan dan program asuransi kesehatan.
Politik
ekonomi mempelajari peran dari institusi politik dalam menentukan keluarnya
sebuah kebijakan. Ekonomi kependudukan, yang mempelajari tantangan yang
dihadapi oleh kota-kota, seperti gepeng, polusi air dan udara, kemacetan
lalu-lintas, dan kemiskinan, digambarkan dalam geografi kependudukan dan
sosiologi. Finansial Ekonomi mempelajari topik seperti struktur dari portofolio
yang optimal, rasio dari pengembalian ke modal, analisa ekonometri dari
keamanan pengembalian, dan kebiasaan
finansial
korporat. Bidang Sejarah ekonomi mempelajari evolusi dari ekonomi dan institusi
ekonomi, menggunakan metode dan teknik dari bidang ekonomi, sejarah, geografi,
sosiologi, psikologi dan ilmu politik.
7.
Mekanisme harga dan Sistem Pasar
Semua anggota Masyarakat
terlibat dalam dua sektor yaitu :
1. Sektor proses produksi
2. Sektor
rumah tangga.
Transaksi antara kedua
sektor tersebut terjadi di dua pasar :
1. Pasar
hasil produksi (atau pasar output)
Di pasar output produsen
bertemu konsumen dan harga dari berbagai macam barang ditentukan. Gerak
harga-harga output ini memecahkan masalah WHAT.
2. Pasar faktor
produksi
(atau pasar input).
Di pasar input, sektor
produksi berperan sebagai “konsumen” faktor produksi dan
sektor
rumah tangga sebagai “penjual” faktor produksi (karena semua
penduduk
tinggal di sektor
rumah tangga, maka semua pemilik faktor produksi ada di sana). Harga berbagai faktor produksi ditentukan di
pasar
ini. Gerak harga faktor produksi mempunyai dua fungsi:
a.
Memberi petunjuk kepada produsen bagaimana mengkombinasikan
faktor-faktor produksiagar biaya produksiserendah mungkin
(masalah HOW).
b.Menunjukkan
beberapa imbalan (per unit faktor produksi) yang diberikan kepada para pemilik
faktor produksi (masalah FOR WHOM).
Perlu diperhatikan serta
diingat di sini , adalah :
1.Bahwa
mekanisme harga bisa memecahkan semua itu secara otomatis. Tidak ada perencanaan
lebih dulu.
2.Masing-masing
warga masyarakat bertindak sendiri-sendiri, tetapi hasil akhir dari semua
tindakan-tindakan yang tidak terkoordinir itu akan membuat semrawutnya harga di pasaran.
Pemecahan tiga masalah ekonomi
pokok dari masyarakat adalah adanya
mekanisme pasar. Karena :
1.mekanisme
ini bisa
memecahkan ketiga masalah ekonomi pokok yang dihadapi masyarakat
dengan biaya yang sangat murah.
2.Tidak
perlu masyarakat menggaji birokrat-birokrat untuk menghitung
dan merencanakan berapa masing-masing barang yang harus
diproduksikan, bagaimana dan untuk siapa.
Pada
masyarakat industri modern, proses produksi selalu dilakukan dengan menggunakan
alat-alat, mesin dan barang-barang modal. Akibat tersebut menimbulkan :
1.Penggunaan Barang-barang modal
dalam proses produksi menaikkan produktivitas.
2.Semakin banyak barang-barang modal
yang digunakan maka akan semakin tinggi produktivitas masyarakat tersebut.
3.Barang-barang modal dalam
masyarakat akan semakin banyak bila masyarakat tersebut tidak memakai habis
(atau tidak mengkonsumsi seluruh) barang-barang hasil produksi yang dihasilkan
tiap tahun.
4.Setiapaktivitas Produksi setiap
tahunnya harus diarahkan pada produksi barang-barang modal;
5.Barang-barang ini disisihkan untuk
ditambahkan pada stok barang-barang modal yang telah ada di dalam masyarakan
atau di investasikan.
Mekanisme
harga juga mampu memecahkan masalah penentuan berapa bagian dari hasil produksi
total yang dikonsumsikan. Masalah ini dipecahkan melalui gerakan harga faktor
produksi modal (kapital), yaitu tingkat bunga.
1.Bila tingkat bunga naik maka warga
masyarakat akan bersediamenyisihkan lebih banyak dari penghasilannya untuk
dipinjamkan (Ditabung di bank) kepada produsen-produksen ( Kredit ke
bank) untuk memperluas pabrik-pabriknya, yaitu dengan penambahan
barang-barang modal investasinya, karena mendapat imbalan berupa bunga yang
lebih tinggi.
2.Sebaliknya bila tingkat bunga
menurun maka warga masyarakat akan membelanjakan penghasilannya sebagai barang
produktif, diperjual belikan.
Keberadaan tingkat bunga akan
menentukan berapa besar konsumsi dan seberapa besarnya investasi.
karena besarnya investasimenentukan
besarnya kenaikan produktivitas.
Kenaikan produktivitas; menentukan
besarnya kenaikan prosuksi ini berarti meningkatkan produksi masyarakat yang
menimbulkan kenaikan penghasilan masyarakat.
#Maka tingkat bunga menentukan
pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sehingga bisa dikatakan bahwa mekanisme harga
memecahkan masalah ekonomi pokok yang keempat yaitu seberapa cepat perekonomian
akan tumbuh atau masalah HOW FAST
B.
PERENCANAAN
DAN MEKANISME HARGA
Mekanisme
harga dikatakan mampu memecahkan semua permasalahan ekonomi. Namun untuk
masalah-masalah ekonomi penting tertentu, Mekanisme harga tidak bisa memecahkan
permasalahan dengan baik. Masalah-masalah Ekonomi lainya di mana mekanisme
harga tidak memecahkan masalah ekonomi dengan baik yaitu :
a.Distribusi pendapatan.
Mekanisme harga tidak selalu bisa menjamin dipecahkannya
masalah FOR WHOM secara “adil”.
b.Ketidaksempurnaan pasar
Apabila terdapat perbedaan yang menyolok dalam hal kekuatan
ekonomi antara pihak-pihak yang bertransaksi di pasar, maka harga yang
terbentuk tidak mencerminkan prioritas masyarakat secara wajar, sehingga
masalah WHAT dan HOW tidak bisa dipecahkan dengan baik.
c.Barang-barang kolektif
Ada barang-barang yang hanya bisa disediakan secara kolektif
oleh masyarakat (misalnya : keamanan, ketertiban hukum, beberapa macam
infrastruktur dan sebagainya). Harga pasar bagi barang-barang semacam ini tidak
ada, atau kalaupun ada tidak mencerminkan kebutuhan masyarakat yang sebenarnya.
Lagi, masalah WHAT untuk barang-barang ini tidak bisa dipecahkan dengan baik
oleh mekanisme harga.
d.Eksternalitas
Mekanisme pasar tidak bisa memperhitungkan pengaruh-pengaruh
tidak langsung dari kegiatan ekonomi ( misalnya, pengaruh suatu pabrik terhadap
lingkungan ).
e.Pengelolaan perekonomian secara makro
Dalam perekonomian Makro Mekanisme pasar tidak bisa
diandalkan untuk menstabilkan gejolak naik turunnya kegiatan ekonomi nasional
secara total.
Pada
kelima bidang masalah ekonomi ini, mekanisme harga tidak bisa diharapkan
menyelesaikan permasalahan ekonomi secara otomatis dengan baik, Di sini perlu
tindakan-tindakan yang dirumuskan dan dijalankan secara sadar oleh masyarakat
(Negara). Tindakan-tindakan ini disebut perencanaan dalam arti luas. Di luar
bidang-bidang ini mekanisme masih efektif.. Dalam kenyataan mekanisme harga dan
perencanaan digunakan bersama-sama, karena keduanya saling melengkapi. tentunya
Dengan “porsi” yang berbeda-beda bagi masing-masing negara dan bagi waktu yang
berbeda).
C.
PERMINTAAN
PASAR dan PERILAKU KONSUMEN
Sector
rumah tangga sebagai konsumen di pasar output. Akan berakibat :
1.Perilaku konsumen dalam memutuskan berapa jumlah
masing-masing barang yang akan dibeli dalam berbagai situasi.
2.Konsumen-konsumen secara bersama-sama menimbulkan
permintaan di pasar.
D. PENDEKATAN – PENDEKATAN DALAM PERILAKU
KONSUMEN
Hukum
Permintaan, yang mengatakan bahwa “bilasesuatu barang naik maka ceteris paribus
jumlah yang diminta konsumen akan barang tersebut turun”. Dan sebaliknya bila
harga barang tersebut turun. Ceteris paribus berarti bahwa semua
faktor-faktor lain yang mempengaruhi jumlah yang diminta dianggap tidak
berubah.
Pendekatanyang
dinyatakan oleh Hukum Permintaan :
- Pendekatan marginal utility,yang bertitik tolak pada anggapan bahwa kepuasan(atau utility) setiap konsumen bisa diukurdengan uang atau dengan satuan lain (utility yang ber-sifat “cardinal”) seperti kita mengukur volume air, panjang jalan atau berat dari sekarung beras.
- Pendekatan indifference curve, yang tidak memerlukan adanya anggapan bahwa kepuasan konsumen bisa diukur; anggapan yang diperlukan adalah bahwa tingkat kepuasan konsumen bisa dikatakan lebih tinggi atau lebih rendah tanpa me-ngatakan berapa lebih tinggi atau lebih rendah.
BAB 3
PENUTUP
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan Ekonomi Mikro tidak
terlepas dari prilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga
pasar. Ekonomi mikro menganalisa kegagalan pasar, yaitu ketika pasar gagal
memproduksi hasil yang efisien; serta menjelaskan berbagai kondisi teoritis
yang dibutuhkan bagi suatu pasar persaingan sempurna. Secara garis besar ada
empat jenis utama penyebab kegagalan pasar yaitu monopoli, ekternalitas, barang
publik, dan kasus dimana terdapat informasi asimetris atau ketidakpastian.
Dan konsep dasar struktur pasar dalam ekonomi mikro meliputi pasar monopoli,
pasar persaingan sempurna, dan pasar persaingan tidak sempurna.
Pengertian
ilmu ekonomi mikro (micro economics) adalah ilmu ekonomi yang mengkhususkan
untuk mempelajari perilaku individu manusia dalam rangka memenuhi kebutuhannya.
Ekonomi mikro pada dasarnya
mempelajari aktivitas-aktivitas perekonomian yang bersifat bagian kecil, yang
memusatkan perhatiannya pada masalah bagaimana konsumen akan mengalokasikan
pendapatannya yang terbatas terhadap berbagai macam barang dan jasa yang
dibutuhkan, untuk memperoleh kepuasan maksimum. Ekonomi Mikro juga mempelajari
variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya perusahaan, rumah
tangga.
Ekonomi mikro juga mempelajari bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut memengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan menentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya.
Ekonomi mikro juga mempelajari bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut memengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan menentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya.
Teori ekonomi mikro menganggap
bahwa faktor produksi (alam, tenaga kerja, modal, dan Tengusaha)
yang dimiliki oleh masyarakat sifatnya terbatas, sedangkan keinginan manusia
tidak terbatas. Untuk itu masyarakat harus dapat memilih kegiatan ekonomi, yang
meliputi kegiatan dalam memproduksi, menyalurkan, dan menggunakan barang maupun
jasa.
B. Saran
Ekonomi mikro pada dasarnya
mempelajari aktivitas-aktivitas perekonomian yang bersifat bagian kecil, yang
memusatkan perhatiannya pada masalah bagaimana konsumen akan mengalokasikan
pendapatannya yang terbatas terhadap berbagai macam barang dan jasa yang dibutuhkan,
untuk memperoleh kepuasan maksimum.
Makalah Ekonomi Mikro juga mempelajari variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya perusahaan, rumah tangga. Ekonomi mikro juga mempelajari bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut memengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan menentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya. Oleh karena itu pemahan terhadap Ekonomi mikro sangat penting dikuasai oleh mahasiswa untuk bekal dalam kehidupan di masyarakat.
Makalah Ekonomi Mikro juga mempelajari variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya perusahaan, rumah tangga. Ekonomi mikro juga mempelajari bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut memengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan menentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya. Oleh karena itu pemahan terhadap Ekonomi mikro sangat penting dikuasai oleh mahasiswa untuk bekal dalam kehidupan di masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Dari internet,
materi--kuliah.blogspot.com/.../materi-kuliah-pengantar ekomomi mikro. Hari
jumat jam 05.00 WIB 18 Oktober 2013 Dari Internet.
budi2one.blogspot.com/.../pengantar-ekonomi-mikro. Hari jumat jam 05.00 WIB 1 Desember
2015 DariInternet.http://lindajayanti98.wordpress.com/2013/04/07/pengantar-ekonomi.
Hari jumat jam 05.00 WIB 2 desember 2015.
Nurkholqi,
Atang. 2015. Makalah Mengenai Ekonomi Mikro dan Makro, [Online].
Tersedia: https://atangpluss.wordpress.com. [13 April
2015]
Jamaluddin,
Muhammad Nur. 2013. Makalah Tentang Ekonomi Mikro dan Makro, [Online].
Tersedia: http://kangjamal08.blogspot.com. [13 April 2015]
Arianda,
Gustra. 2011. Contoh Makalah Ekonomi Makro di Indonesia, [Online].
Tersedia: http://payakumbuhh.blogspot.com. [13 April 2015]
Woori Casino No Deposit Bonus 2021 | Free Play in Demo
BalasHapusWoori Casino offers a variety of free spins and apr casino no deposit bonuses, https://octcasino.com/ as well nba매니아 as regular promotions. As you can't worrione.com claim https://septcasino.com/review/merit-casino/ this offer without being registered